Jember – Tegalboto, Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) XVIII resmi dibuka di Auditorium Universitas Jember (Unej), Selasa (8/9) malam. Rektor Universitas Jember, Iwan Taruna, membuka ajang seni mahasiswa tingkat nasional yang diikuti 894 mahasiswa dari 167 perguruan tinggi di 34 provinsi Indonesia.
Pelaksanaan PEKSIMINAS XVIII juga melibatkan 460 official, 472 dosen pendamping, serta 45 juri. Kegiatan yang berlangsung pada 7–10 September 2026 tersebut mempertandingkan 15 tangkai seni, mulai dari menyanyi dangdut, pop, seriosa, keroncong, vokal grup, tari, lukis, komik, penulisan cerpen, penulisan lakon, penulisan puisi, desain poster, fotografi, baca puisi, hingga monolog.
Ketua Panitia PEKSIMINAS XVIII, Fendy Setyawan, mengatakan para peserta yang hadir merupakan mahasiswa terpilih yang sebelumnya telah melalui tahapan seleksi secara berjenjang di masing-masing provinsi.
Menurutnya, PEKSIMINAS XVIII tidak hanya menjadi ajang untuk memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan karya dan membangun kolaborasi.
“PEKSIMINAS 2026 bukan sekadar panggung kompetisi untuk mencari siapa yang nomor satu. Ini adalah medan pembuktian bahwa karya kalian layak untuk dihargai dan ruang kolaborasi untuk menyatukan perbedaan,” ujar Fendy dalam sambutannya.
Dalam wawancara terpisah, saat ditanya mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berpotensi memengaruhi perjalanan peserta, Rektor Universitas Jember, Iwan Taruna, yang didampingi Ketua Panitia, mengatakan panitia tetap mengupayakan peserta yang terkendala perjalanan agar dapat mengikuti perlombaan.
Salah satu opsi yang disiapkan ialah pelaksanaan penampilan secara daring menggunakan zoom bagi peserta yang tidak memungkinkan hadir secara langsung ke lokasi perlombaan.
“Ya ada, tapi tetap kita akomodasi ya. Jadi tidak terus digugurkan. Bahkan kita menyediakan Zoom. Jadi kalau misalnya terpaksa ya, tidak bisa berangkat, mungkin pakai Zoom. Dia bisa perform lewat Zoom,” ujar Iwan.
Menurutnya, opsi tersebut dapat diterapkan pada tangkai seni yang memungkinkan dilakukan secara daring, seperti menyanyi. Peserta yang mengalami kendala perjalanan juga tetap akan diakomodasi dengan melakukan penyesuaian terhadap urutan penampilan.
Sementara itu, terkait target juara, Iwan mengakui persaingan pada tingkat nasional cukup ketat. Menurutnya, peserta yang tampil di PEKSIMINAS XVIII merupakan perwakilan terbaik dari masiRumahng-masing provinsi setelah melewati seleksi secara berjenjang mulai dari tingkat perguruan tinggi.
“Jadi kan lombanya berjenjang ya, dari pertama universitas dulu, kemudian tingkat provinsi, dan yang mewakili tingkat nasional adalah juara-juara dari tingkat provinsi,” tutup Iwan.
Diketahui, PEKSIMINAS XVIII merupakan kegiatan nasional yang diselenggarakan oleh Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Jawa Timur dengan Universitas Jember sebagai tuan rumah tahun 2026. Ajang seni mahasiswa tingkat nasional tersebut nantinya akan berlangsung di sejumlah lokasi di lingkungan Kampus Tegalboto.
Penulis: Slamet Hariyadi
Reporter: Faris Eka dan Amalia
Penyunting: Dewi Ningrum
Pers Tegalboto
Menuju Pencerahan Masyarakat!

