Senggang
Tentang Malam yang Menolak Tenang
Di penghujung hari yang riuh, biasanya aku kembali dengan tubuh yang letih, membiarkan lelah menutup mata tanpa banyak bicara. Tapi malam ini berbeda. Ada sesuatu yang terus berputar di kepala, seperti gema dari percakapan singkat yang belum sempat reda. Setiap kali mata terpejam, terbayang senyummu yang datang bersamaan dengan tanya: “Apa kabar?” Sederhana….
Rasa Kasih yang Tertinggal
Rasa Kasih yang Tertinggal Lambat laun bayangmu mulai pudar tak tersisa. Bergerak menjauh dari gelap, menyisakan aku sendiri. Tangan ini ingin meraih namun tak sampai. Setidaknya, berbaliklah sejenak tuk mengucap selamat tinggal kala itu. Seperti gulungan film yang memproyeksikan memori tentangmu, juga merindukan sosok hadirmu. Jika bukan karna selembar potret, mungkin aku sudah melupakanmu….
ELEGI ESOK HARI
Terjatuh, Tersungkur, Bersyukur. . Tangga yang kutapaki kian meninggi Langkah kaki yang kian ringkih Nafas pendek, layak untuk mati Buang jauh-jauh pesimisme mimpi Tangga menjadi lebih dangkal Langkah yang terjungkal Nafas telah menemui pangkal Kian berharap hidup kekal Duhai para mimpi Telah ku umumkan, Bahwa kaki ku patah dalam mengejarmu Aduhai mimpi-mimpi…
KALA SENYAP YANG DISULAP: SENI DARI HALAMAN BELAKANG
Suasana malam yang biasanya sunyi, kala itu berbeda saat Komunitas Tamasya Halaman Belakang menggelar pameran seni penuh makna. Panggung disusun sederhana dengan latar belakang bambu-bambu yang menjulang. Sorot lampu warna-warni yang apik, seakan menggambarkan rupa kebahagiaan yang tidak sekadar dicari, namun sengaja dibuat dan diciptakan bersama-sama. Pelaku seni unjuk diri dengan berbagai aksi dan ekspresi….
Rakyat Bersuara, Aparat Berbaris
Foto ini mungkin terlihat biasa saja dengan sekumpulan mahasiswa dari berbagai organisasi tampak menyatu dalam lautan hitam memenuhi halaman kantor polisi, seolah menyuarakan satu tekad yang sama, yaitu melawan ketidakadilan yang kerap ditutup dengan senyum palsu. Ketidakadilan itu muncul ketika instansi masyarakat yang seharusnya bertugas melindungi masyarakat, justru menjadi jagal masyarakat seperti driver ojol yang…
Keluarga sebagai Pilihan: Membaca Pesan Kekeluargaan dalam Film Panggil Aku Ayah
Film Panggil Aku Ayah merupakan film yang tayang di bioskop pada tahun 2025 dengan genre drama family. Film Panggil Aku Ayah merupakan adaptasi asal Korea Selatan yaitu PAWN (2020) esensi cerita tetap sama, namun ada penyesuaian konteks budaya, dialog, dan setting agar sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia. Disutradarai oleh Benni Setiawan dan diproduksi Visinema Pictures…
Kami Belum Lupa: Aksi Mengungkit Peristiwa Kelam di Tengah Gelapnya Ketidakadilan
Jember tanggal 21 bulan Mei, sekelompok remaja berdiri tegap di tengah arus lalu lintas kota, dengan memegang poster aksi, salah satunya bertuliskan “27 tahun kami belum lupa”. 27 tahun lalu terjadi peristiwa reformasi dengan lengsernya presiden Soeharto. Lantas mengapa mereka tetap mengungkitnya?, Koordinator Lapangan (Korlap), Tata menyampaikan, “Bahwa aksi ini diinisiasi sebagai bentuk peringatan khususnya…
Ambara
Nama indah itu tersimpan Direlung terdalam Bukan rahasia lagi Dunia pun seolah mengakui Setiap aksara indah melukiskan Pikiran terus mendamba Irama seolah ikut berputar Kupu-kupu pun ikut serta Bola ini bersinar memandang Indah Serasa jika hilang Dunia ikut tak ada Walau tak mengetahui Hati seolah tak padam Terus menyeru Sempurna Biru…
Puisi-Puisi Edisi Khusus: Menyesap Sisa Napas Alam
Beberapa tulisan untuk menjembatani bagaimana relasi dahaga, kuasa, dan alam masa kini: AMPAS NEGERI oleh: Mario Kami disuguhkan semburan kemih di atas piring lugu Sambil merekah tawa pincang Dahinya penuh kerut Carut-parut di sekitar Berkelakar semacam kelapa parut Tentu mata bertabur liur “Tolong kami meneguk kemih Pucat warna, begitu pula pandang kami berampas kemih Tiada…
Tolong
Di antara kesedihan itu, tersirat suatu pesan entah apa yang akan terjadi kemudian Diri takut, diri segera semuanya lelap, tolong terlintas di benak, untuk mengakhiri namun itu hanya perkara menyelami hanya diri yang dapat berenang kepermukaan Diri tak bisa, tolong Semua dapat dilalui mudah namun entah hari ini hanya memanen gagal Padahal telah diri mempersembahkan…

