Jember – Tegalboto, Universitas Jember terpilih menjadi tuan rumah dalam kompetisi robot bergengsi, yaitu Kontes Robot Abu Indonesia (KRAI) 2026. Ajang kompetisi robot ini diadakan selama tiga hari, yakni 10-12 Juli 2026. Terdapat 28 perguruan tinggi yang menjadi perwakilan untuk mengikuti kontes dari total 40 pendaftar.
KRAI diselenggarakan setiap tahun untuk mencari pemenang yang nantinya akan dipersiapkan sebagai perwakilan Indonesia ke tingkat Internasional. Tahun ini, KRAI mengusung tema “Kung Fu Quest” atau “Robot Kung Fu”, setiap robot yang bertanding akan melalui tiga zona tantangan yang disusun berjenjang dan saling berkaitan satu sama lain.
Pada zona pertama, robot harus melakukan assembly atau penggabungan tombak dan mata tombak. Di zona kedua yaitu mehow forest, robot dituntut untuk menaiki panggung sekaligus mengambil kotak. Pada zona ketiga, robot R1 harus mengangkat robot R2, di tahap ini perlu adanya koordinasi yang sangat presisi. Robot berpotensi mengalami kerusakan fatal dan error, jika terjadi benturan atau bahkan gesekan pada zona ketiga ini.
Murtado Al-Habsyi, salah satu perwakilan robotik dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) menjelaskan kesulitan yang dialami dalam kompetisi, “Setiap robot yang dilombakan harus sesuai dengan tema pada tahun tersebut. Jadi, kami merancang ulang robot dari awal. Kesulitan utamanya pada proses mendesain robot agar sesuai tema. Tahun lalu, misalnya, tema kompetisinya adalah basket dan tahun 2026 ini temanya kungfu, jadi mekanismenya jauh lebih kompleks,” jelasnya saat diwawancara (11/07).
Melalui penyelenggaraan KRAI 2026, Universitas Jember tidak hanya berperan sebagai tuan rumah, tetapi juga menjadi wadah berkumpulnya inovasi robotika dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Mengusung tema “Kung Fu Quest” dengan mekanisme pertandingan yang lebih kompleks, kompetisi ini menjadi ajang bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan dalam merancang, memprogram, dan mengoordinasikan robot sebagai bekal menuju kompetisi robot tingkat Internasional.
Penulis: Atiya Num’atul Salsabila dan Faris Eka Pratama
Reporter: Faris Eka Pratama dan Atiya Num’atul Salsabila
Penyunting: Dewi Ningrum Kartika Raharja
Pers Tegalboto
Menuju Pencerahan Masyarakat!

