Senggang
Till Death Do Us Part (Bagian 1)
Denting sendok beradu dengan cangkir menjadi satu-satunya suara yang memenuhi dapur. Benda metal itu berputar-putar membuat air berwarna merah cerah membentuk pusaran di tengah cangkir. Muka pria berusia seperempat abad itu masih menampakkan rasa kantuk dan kemalasan yang enggan untuk pergi. Dengan tidak fokus, air tehnya menciprat ke tangan. Sebuah decakan lolos dari bibirnya, diikuti…
Harusnya Ia Menyesap Kopi Sedikit Demi Sedikit
Ia punya kebiasaan buruk meminum setenggak kopi segelas bagian bapaknya ataupun yang ibunya buatkan untuknya, setiap pagi. Dikatakan kebiasaan buruk karena ia bebal kala beberapa kali dinasihati oleh orang tuanya. “Untuk remaja sepertimu tidak baik minum kopi sebelum perutmu terisi apa-apa, apalagi meminumnya dalam setenggak sekaligus.” Itu suara kekhawatiran ibunya ketika masih menjerang air untuk…
Cerpen “Ibu Bumi Abah”
Aku kangen dengan semangat hidupnya. Saat aku masih kecil dulu, hidupnya sungguh bergairah. Aku masih ingat dengan semangatnya ketika mengajariku cara menyeduh akar Kayu Bajakah. “Kalau kamu minum ini, Nak. Dijamin tubuhmu akan tetap bugar. Dirimu juga cepat besar. Mau, kan, kekar dan sehat seperti Abah-mu ini?” aku selalu mengangguk dengan semangat, “Nah, kalau mau,…
Cerpen “Percakapan di Kereta”
Kereta sudah mulai berjalan ketika aku menemukan kursiku: 19A. Jalur Ketapang-Jember adalah kesukaanku—lebih tepatnya, aku memang hanya pernah menempuh jalur ini. Tepat di depan kursiku, yang sandarannya tegak 45 derajat (gerbong ekonomi yang agak membuat pegal pinggang!) ada seorang wanita dengan dua anaknya, lebih tepatnya: balita dan bayinya. Aku memang sedang terburu, tak terpikirkan olehku…
IBUK Bapak
Bangun tidur bapak membaca koran Ibuk bangun tidur membaca dapur, membaca perut lapar, membaca bapak, membaca anak Anak keluar kamar membaca kesedihan Masuk kamar tanpa sepeser jajan Bapak membaca berita orang asing Ibuk pergi membaca jalanan Pulang kembali membaca bapak Bapak tidur membaca malamnya Kemudian mendengkur Anak membaca ketakutan di depan Dan ibuk berdoa Bapak…
Dialog Terakhir
Mula-mula ada sebuah gejolak yang bersarang Temaram antara kebebasan atau penasaran Resonansi dua manusia yang belum selesai sampai sekarang Titik buta laksana tamparan juga awal dari kehampaan Mengerikan bukan? Kebaikan selalu tertinggal dimana saja ia ditabur Begitu pula titik hitam yang disimpan Setelah berkecamuk , semuanya menjadi kabur Dua manusia itu, kini Satunya…
Jaka Ndhelik dan Kesaksiannya
Jaka Ndhelik merasa bahwa ia adalah anak gembala paling bahagia di kehidupannya. Meski orang mengira hidupnya susah, ia merasa tak sungguh demikian. Ia adalah satu-satunya yang bersyukur hidup sebagai anak gembala. Ia tak belajar pada guru di sekolah, namun ia belajar dari kehidupan sesungguhnya lewat profesinya sebagai gembala. Ia tak kaya dari uang saku yang…
Barang Antik yang Menarik
Tegalboto – Barang antik tidak selamanya memberi kesan kuno dan ketinggalan zaman. Banyak orang yang tertarik pada barang antik sehingga muncul istilah kolektor barang antik. Salah satunya Soni, kolektor barang antik dari Jember. Soni sudah mengoleksi barang antik selama 20 tahun. Koleksi barang antik yang dia punya sangat banyak, mulai dari koin dan uang kertas…
Kelasku Ada di Luar Kelas
Saya datang beberapa menit sebelum jadwal yang ditentukan. Memilih kursi di barisan paling belakang, saya dan teman satu jurusan terlarut dalam perbincangan santai sembari menunggu kelas dimulai. Begitupun teman-teman yang lain. Suasana kelas menjadi cukup ramai saat itu. Sekitar sepuluh menit berselang, laki-laki berperawakan gempal dengan tinggi kurang lebih 160 centimeter, memasuki ruangan. Bersetelan kemeja…
Raja Salman Datang
Raja Salman datang Semua orang istana menyambut dengan senang Segala perjamuan dihidangkan Pelayanan terbaik diberikan Raja Salman datang Membawa 112 orang Disertai 7 menteri Diiringi 19 pangeran Raja salman datang Menawarkan 11 nota kesepemahaman Demi politik, budaya dan ekonomi Tapi tak begitu jelas poin perlindungan TKI Raja Salman datang Disaat Rusmini sedang menunggu…

