Menilik Berdirinya Kedai Doeloe

Bangunan yang ditempati Kedai Doeloe merupakan bangunan bekas rumah dinas Kepala Bagian Bantalan Rel, Stasiun Kalisat. Alasan Frans memilih bangunan tersebut, yang pertama dikarenakan ia gagal menyewa tempat di dalam Stasiun Kalisat. Hal itu disebabkan karena ada masalah dengan tempat tersebut. Kedua, karena tidak ditemukan tempat lain. Dahulu bangunan bekas rumah Kepala Dinas Bagian Bantalan…

Baca Selengkapnya

Roland Zagreus

Sambil menunggu, Zagreus melihat ke jendela, mengamati pagi bersemarak di atas bumi yang dingin dan bergelimpangan emas, satu kebahagiaan beku. Tapi mereka tak kunjung datang. Mendadak pintu diketuk. Kedua orang itu ada di depan pintu. Karena keterbatasannya, Zagreus tidak membukakan pintu. Mersault membuka pintu, “kamu sudah siap?” tanyanya pada Zagreus. “Terlalu banyak api di perapian,”…

Baca Selengkapnya

THE INSIDER: Tak Berhenti Di Tengah Jalan

Di pagi yang sibuk itu pula Lowell mendapatkan sebuah paket tanpa nama yang di dalamnya terdapat  laporan “Propensitas Pembakaran” referensi P.M (Phillip Morris). Data dalam laporan tersebut tidak bisa dibaca oleh Lowell ataupun istrinya. Dari situ ia menghubungi Doug Oliver untuk dikenalkan kepada seorang konsultan yang mampu menerjemahkan data ilmiah dalam laporan tersebut. Disitulah awal…

Baca Selengkapnya

Raja Salman Datang

Raja Salman datang Semua orang istana menyambut dengan senang Segala perjamuan dihidangkan Pelayanan terbaik diberikan   Raja Salman datang Membawa 112 orang Disertai 7 menteri Diiringi 19 pangeran Raja salman datang Menawarkan 11 nota kesepemahaman Demi politik, budaya dan ekonomi Tapi tak begitu jelas poin perlindungan TKI   Raja Salman datang Disaat Rusmini sedang menunggu…

Baca Selengkapnya

Pak Polisi, Bebaskan Kawan Kami!

Pak Polisi, kawan kami memang bukan wartawan yang digaji Kerjanya bahkan harus berbagi waktu dengan menjadi akademisi Tapi mereka juga punya kode etik Geraknya tak dihasut oleh partai politik   Pak Polisi, kawan kami hanya ingin berbicara tentang kebenaran Mengungkap apa yang harus diungkapkan Tak peduli jika harus dicaci Mereka tak ingin kehilangan independensi  …

Baca Selengkapnya

FIB Menolak BEM

Tegalboto – Kamis, 2 November 2017 Universitas Jember mengadakan pemilu raya.  13.33 WIB saya sudah ada di Pendopo Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UJ. Lima komputer yang ada berjejer itu tidak ada yang menggunakan. Berbeda ketika pukul 8.27 pagi tadi di FKIP. Sudah ada orang bergerombol mengantre di depan pintu dan duduk di ruang tunggu.  Di…

Baca Selengkapnya

Sabtu Malam Bersama Samagata

Tegalboto – Gelap menyambut ketika kami memasuki gedung PKM Sabtu, 18 Februari 2017. Melewati penjaga pemeriksaan tiket, terdapat pagar-pagar sekitar 25cm dari bambu yang dibawahnya tertutup daun-daun kering. Melangkah lebih dalam, sayup-sayup gemericik air mulai terdengar. Mengambil duduk beralaskan lantai, panggung pertunjukkan masih tak terlihat tertutup gelapnya ruangan malam itu. Tak lebih dari 10 menit…

Baca Selengkapnya

Menuju Status BLU, UJ akan Dirikan SPBU

Tegalboto – Rencana pendirian SPBU di lingkungan Kampus UJ (Universitas Jember) masih memerlukan beberapa tahapan. Berdasarkan hasil wawancara awak Tegalboto  dengan Agung Purwanto selaku Kepala Humas (13/12/2016), UJ sudah mengajukan surat pada Pertamina tiga tahun lalu dan masih harus menyiapkan pengajuan perubahan status dari Satker (Satuan Kerja) menjadi BLU (Badan Layanan Umum). Menurut UU No…

Baca Selengkapnya

Reputasi dan Kebebasan Berekspresi: Untuk POROS dan Medianya yang Tak Boleh Mati

Tegalboto – Setelah kasus Lentera, pembredelan terhadap media mahasiswa terjadi lagi. Beberapa hari yang lalu, buletin magang POROS, media Pers Mahasiswa UAD (Universitas Achmad Dahlan) dibredel oleh pihak kampus. Mereka dianggap sudah ‘keterlaluan’ dalam pemberitaan, khususnya terkait dengan isu pendirian fakultas kedokteran di UAD. Kampus dianggap masih belum memberikan pelayanan yang maksimal namun sudah beralih…

Baca Selengkapnya

Batu Terjal Investigasi

“Kita tidak akan pernah menang, jika kewenangan itu adalah sebuah kewenang-wenangan” selarik pesan dari Gunawan Mohammad yang dikirimkan melalui telepon selular kepada Metta Dharmasaputra, mengawali prakata dari “Saksi Kunci” ini. Dari selarik pesan itu saya menduga bahwa semakin kebelakang, buku investigasi ini akan mengarah pada keterlibatan aparat negara yang memihak si pelaku skandal pajak. Dan…

Baca Selengkapnya