Jember – Tegalboto, Workshop membatik “Larikarsa” yang diselenggarakan mahasiswa mata kuliah Manajemen Event Universitas Jember mendapat sambutan hangat dari peserta, khususnya dari kalangan mahasiswa tepatnya pada tanggal (15/11) di Taman Agroteknologi Universitas Jember. Kegiatan yang menggabungkan materi penjelasan dan praktik mencanting ini dinilai efektif untuk mengenalkan proses pembuatan batik kepada generasi muda. “Acara seperti ini penting karena memberi pengalaman nyata tentang budaya kita sendiri,” ujar Gusti Ayu Wulandari selaku dosen pengampu mata kuliah.
Tidak hanya dosen pengampu yang memberikan apresiasi, Koordinator Program Studi, Marmono Singgih, turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, workshop ini bukan hanya sekadar tugas akademik, tetapi juga menjadi sarana yang sangat baik untuk menumbuhkan kreativitas dan kecintaan terhadap seni budaya lokal, khususnya batik. “Batik bukan hanya pakaian formal. Batik menyimpan nilai, ketekunan, dan sejarah yang harus dipahami mahasiswa,” jelasnya.
Sejalan dengan itu, Ketua panitia, Nabinta, menjelaskan bahwa pemilihan tema batik bertujuan mengubah cara pandang generasi muda terhadap batik. “Kami ingin peserta tahu bahwa batik itu proses, bukan hanya hasil,” jelasnya. Ia juga menyebut adanya tantangan seperti perubahan lokasi mendadak akibat renovasi dan kendala koordinasi internal. Meski demikian, persiapan tetap berjalan dan minat peserta tidak berkurang. Hal ini terlihat dari cepatnya kuota 40 orang terpenuhi, bahkan maish banyak yang ingin mendafatr setelah pendaftaran ditutup. Pengalama peserta pun menunjukan bahwa kegiatan ini memberi dampak positive. Peserta berpengalaman, Muhammad Fahdudzain dari SMK 1 jurusan batik mengatakan, “Batik itu rumit, perlu kesabaran dan latihan. Workshop ini bikin saya lebih menghargai prosesnya,” tuturnya. Peserta lain, Najwa, menambahkan bahwa pengalaman pertamanya membatik sangat menyenangkan, “Ini pengalaman pertama saya membatik, seru banget. Bisa dapat relasi baru juga, dan jadi lebih bangga dengan budaya sendiri.”
Melihat tingginya antusiasme dan manfaat yang dirasakan peserta, panitia berharap workshop ini dapat diteruskan oleh angkatan selanjutnya dengan cakupan lebih luas. Kegiatan semacam ini dinilai penting untuk memperkuat pemahaman sekaligus menanamkan kebanggaan budaya pada generasi muda.
Penulis: Aris Satus Sholehah
Penyunting: Laili Hikmiah
Pers Tegalboto
Menuju Pencerahan Masyarakat

