Rasa Kasih yang Tertinggal
Lambat laun bayangmu mulai pudar tak tersisa.
Bergerak menjauh dari gelap, menyisakan aku sendiri.
Tangan ini ingin meraih namun tak sampai.
Setidaknya, berbaliklah sejenak tuk mengucap selamat tinggal kala itu.
Seperti gulungan film yang memproyeksikan memori tentangmu,
juga merindukan sosok hadirmu.
Jika bukan karna selembar potret, mungkin aku sudah melupakanmu.
Aku sungguh ingin berbincang-bincang denganmu tanpa perantara batu tanggal itu.
Tolong.. tolong… tolong….hantuilah aku.
Setidaknya hadirlah ketika 22 Desember dalam setahun.
Aku juga ingin merayakanmu, walau hanya dalam mimpi.
Aku sangat merindukanmu,
dan akan selalu menjadi putra kecilmu.
Penulis: Faris Eka.
Pers Tegalboto
Menuju Pencerahan Masyarakat!

