puisi
Ketika Rembulan Menangis
Di tengah keheningan malam yang sunyi, terhamparlah seorang di bawah rembulan pucat. Wajahnya terpukul oleh beban yang tak terlihat, langkahnya terombang-ambing di lautan pikiran. Ketika rembulan menangis Air mata berkilauan di langit gelap, menyisakan jejak-jejak kepedihan di setiap sudut hati. Seseorang itu terus meraba-raba di dalam kegelapan, menyusuri lorong-lorong pikiran yang menjadi catatan dalam…
Abad-Abad Alibi
Batang-batang itu kian berguguran Mencongkeli tiap-tiap permukaan tanah Tak harap dan heran Katanya untuk sangu makan Biar makmur dengan gedung bagai papan-papan Sejuk-sejuk terlalu ambisi dihisapi Dihisap habis, dikeruk habis, disesapi keris Rindang-rindang kini Jadilah gonjang-ganjing sini Rusak sudah cipta Brahma wujud rongga kepala Brahmi Muntah-muntahkan kias abdi Tak sekali-kali ubah rindang jadi…
Istriku Menyiapkan Sarapan
aku dibangunkan oleh bau bumbu kuah sup yang ditumis istriku di dapur. aku kurang hafal bumbu dapur apa saja yang diraciknya, tapi yang aku tahu sebelum dijerang ke wajan panas, tentulah ia semula telah menghaluskannya di cowek tanggung yang ia tawar di pasar minggu. anak sulung tidak lagi ada di ranjang, ia mesti sudah dalam…
Puisi-puisi Edisi Khusus Hari Perempuan Sedunia
Kau Sebut Ia Wanita karya: Anisa Tsani Nabila Yang bertelanjang dada dengan sejarik kain sobek mengaga di pahanya Menari menarik hasrat para jantan yang haus nafsu Tawa lepas menggerai gelombang rambutnya Berbaris dipilah untuk pemuas belaka Bunuh aku Kala seluruh kau mengartikan sama dengan itu Bunuh aku Jika pikirmu kami sekedar selakangan terbuka…
Tidak Ada Hujan Bulan Juni
*Sebuah puisi dari sudut pandang Pingkan, untuk Sapardi dan Sarwono Ada yang lebih tabah dari hujan di bulan Juni kutelan sendiri rindu-rindu ini di bawah runtuhnya bunga-bunga merah muda di negeri asing yang kau sumpahi dalam hatimu Ada yang lebih bijak dari hujan di bulan Juni aku tempuh sendiri jalan-jalan ini meski ragu…
IBUK Bapak
Bangun tidur bapak membaca koran Ibuk bangun tidur membaca dapur, membaca perut lapar, membaca bapak, membaca anak Anak keluar kamar membaca kesedihan Masuk kamar tanpa sepeser jajan Bapak membaca berita orang asing Ibuk pergi membaca jalanan Pulang kembali membaca bapak Bapak tidur membaca malamnya Kemudian mendengkur Anak membaca ketakutan di depan Dan ibuk berdoa Bapak…
Dialog Terakhir
Mula-mula ada sebuah gejolak yang bersarang Temaram antara kebebasan atau penasaran Resonansi dua manusia yang belum selesai sampai sekarang Titik buta laksana tamparan juga awal dari kehampaan Mengerikan bukan? Kebaikan selalu tertinggal dimana saja ia ditabur Begitu pula titik hitam yang disimpan Setelah berkecamuk , semuanya menjadi kabur Dua manusia itu, kini Satunya…
Raja Salman Datang
Raja Salman datang Semua orang istana menyambut dengan senang Segala perjamuan dihidangkan Pelayanan terbaik diberikan Raja Salman datang Membawa 112 orang Disertai 7 menteri Diiringi 19 pangeran Raja salman datang Menawarkan 11 nota kesepemahaman Demi politik, budaya dan ekonomi Tapi tak begitu jelas poin perlindungan TKI Raja Salman datang Disaat Rusmini sedang menunggu…
Pak Polisi, Bebaskan Kawan Kami!
Pak Polisi, kawan kami memang bukan wartawan yang digaji Kerjanya bahkan harus berbagi waktu dengan menjadi akademisi Tapi mereka juga punya kode etik Geraknya tak dihasut oleh partai politik Pak Polisi, kawan kami hanya ingin berbicara tentang kebenaran Mengungkap apa yang harus diungkapkan Tak peduli jika harus dicaci Mereka tak ingin kehilangan independensi …
- 1
- 2

