Pengepungan di Bukit Duri merupakan film garapan sutradara Joko Anwar yang tayang pada April 2025. Film ini berlatar tahun 2027 di Indonesia. Film ini menceritakan perjuangan guru bernama Edwin yang diperankan oleh Morgan Oey di SMA Duri. Film ini tayang di bioskop dan berhasil meraih penonton sebanyak lebih dari 1,8 juta penonton, per tanggal 15 Agustus 2025 film Pengepungan di Bukit Duri sudah dapat disaksikan melalui platform streaming Prime Video.
Secara singkat film ini menceritakan kisah Edwin yang berperan sebagai seorang guru SMA, saat itu Edwin menjadi guru di salah satu sekolah dengan banyak murid bermasalah di dalamnya, yaitu SMA Duri. Film yang berlatar tahun 2027 ini di dalamnya memuat segala bentuk peristiwa dan konflik yang sedang berlangsung, sehingga situasi dan kondisi di sekitar sangatlah chaos. Namun tujuan Edwin sesungguhnya bukan semata-mata mengajari para murid, melainkan mencari keponakannya yang merupakan anak dari kakaknya.
Film ini dimuat dengan alur cerita yang padat. Segala bentuk peristiwa yang terjadi berhasil dikemas dengan rapi, sehingga penonton dapat merasakan setiap ketengangan yang menjadi bagian dari alur cerita. Setiap pemeran dalam film ini berhasil membawakan karakternya dengan baik dan luar biasa, akting yang disajikan berhasil menyalurkan emosi karakter kepada penontonnya.
Selain itu, hal-hal yang menjadi kelebihan dari film ini adalah alur yang disajikan terkesan baru, film dengan alur seperti Pengepungan di Bukit Duri sangatlah jarang, sebab juga menyoroti bentuk kenakalan remaja masa kini dan konflik yang menjalar bertahun-tahun.
Namun tentu saja masih terdapat kekurangan dalam film ini. Meskipun alur yang disajikan terkesan baru, namun beberapa poin utama yang disorot dalam film ini kurang diperlihatkan lebih lanjut. Fokus film ini sepenuhnya mengacu pada kenakalan remaja, hal ini justru mempersempit cerita, sebab sejak awal film juga menyoroti konflik yang terjadi di masyarakat luas. Sehingga hal ini menjadi satu hal yang kontras untuk tersorot, sebab konflik masyarakat dalam film ini kurang diberikan penggambaran dan dampak lebih lanjutnya.
Penulis: Nia Damayanti
Penyunting: Laili Hikmiah
Pers Tegalboto
Menuju Pencerahan Masyarakat

