Jember, Tegalboto-Ikatan Mahasiswa Sastra Indonesia (Imasind) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember sukses menggelar Teater Akbar 2025 di Gedung Soetardjo, Kamis malam (30/10). Pementasan tahun ini menampilkan lakon Lautan Bernyanyi karya Putu Wijaya yang disadur dan disutradarai oleh Dwi Latifah Khoiro.
Teater Akbar merupakan kegiatan tahunan Imasind yang menjadi ruang ekspresi dan kreativitas mahasiswa Sastra Indonesia. Melalui pementasan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menunjukkan kemampuan berakting, tetapi juga meramu tata artistik, musik, serta teknik pertunjukan lainnya.
Sebelum pertunjukan dimulai pukul 19.00 WIB, penonton melakukan registrasi dan menikmati sejumlah rangkaian acara pembuka. Begitu pintu gedung dibuka, mereka berbondong masuk untuk mendapat tempat strategis menonton. Saat lampu panggung menyala dan musik mengalun, teater dimulai. Tepuk tangan riuh menggema di dalam gedung.
Aurelia Ananta, mahasiswa Ilmu Sejarah angkatan 2023 yang turut hadir sebagai penonton, mengaku terkesan dengan tata artistik panggung yang didominasi oleh elemen kapal laut.
“Saya kagum dengan artistiknya, terutama kapal yang mempersepsikan cerita sehingga penonton serasa berada di dalamnya. Karakter Dewi Sanur juga sangat menonjol lewat tatapan dan kostumnya,” ujarnya usai acara.
Naura, selaku ketua panitia, menuturkan bahwa persiapan pementasan telah dilakukan selama lebih dari satu bulan. Ia juga menambahkan, bahwa tema tahun ini berbeda dari pementasan sebelumnya yang mengangkat naskah “Setan-Setan pasar” karya Lailatul Masyayu.
“Kalau di tahun sebelumnya, pada tahun 2024 mengusung tema Isu Sosial dengan judul Setan-Setan Pasar. Akan tetapi, di tahun 2025 mengusung tema Konflik batin dengan judul Lautan Bernyanyi. Saya merasa sangat senang dan berterima kasih dengan para penonton yang sangat antusiasme terhadap Teater Akbar 2025,” katanya.
Sejalan dengan hal itu, Naura berharap kedepannya teater akbar menjadi lebih baik dan dapat terus mewadahi antusiasme dan karya dari mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Jember.
Penulis: Ribi Dwi Laily Rezqi (anggota magang)
Editor : Anabela Septyana
Pers Tegalboto
Menuju Pencerahan Masyarakat!
