Tegalboto, Jember – Universitas Jember untuk pertama kalinya terpilih menjadi tuan rumah Kompetisi Mobil Hemat Energi (KMHE) 2025. Ajang bergengsi tersebut digelar selama tiga hari, yakni pada 24–25 Oktober 2025, dan resmi dibuka pada 23 Oktober 2025. Sebanyak 44 delegasi perguruan tinggi dengan total 68 tim yang lolos seleksi tahap pertama turut berpartisipasi. Beberapa perguruan tinggi bahkan mengirim lebih dari satu tim.
KMHE merupakan salah satu kompetisi energi terbarukan paling bergengsi di Indonesia yang banyak diminati perguruan tinggi. Penunjukan Universitas Jember sebagai tuan rumah dilakukan langsung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Persiapan Universitas Jember menjadi tuan rumah dalam pra-acara tidak begitu saja, banyak hal yang dipersiapkan sebelum akhirnya diputuskan menjadi tuan rumah KMHE 2025. Pada pertengahan Agustus, tujuh juri melakukan survei awal untuk menilai kelayakan lingkungan kampus sebagai lokasi perlombaan.
“Tim juri sebenarnya sudah sempat ke UNEJ dan menyarankan UNEJ sebagai tuan rumah karena jalanan yang masih diaspal, karena kebanyakan sekarang perguruan tinggi sudah dipaving jadi tidak bisa dijadikan sirkuit,” ujar Bambang Kuswadi selaku Ketua Pelaksana KMHE 2025.
Setelah dinyatakan memenuhi syarat, UNEJ mulai melakukan berbagai pembenahan, termasuk perbaikan aspal yang tidak rata dan pembentukan panitia serta tim ahli. Panitia juga melibatkan 18 mahasiswa berpengalaman dalam penyelenggaraan KMHE serta bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi lain.
“Seperti yang kita tahu, untuk pengaspalan jalan ini mungkin dananya juga tidak kecil dan juga support sepenuhnya dari universitas, apa pun yang dibutuhkan oleh panitia termasuk juga pihak-pihak lain yang bekerja sama dengan kita,” tambah Bambang.
Tahun ini, KMHE juga berkolaborasi dengan produsen bahan bakar nabati. Selaras dengan tema mobil hemat energi, seluruh kendaraan wajib menggunakan bahan bakar yang bersifat renewable energy, seperti bio-solar, bensin sawit, etanol, dan energi listrik. Setiap jenis terbagi menjadi dua kategori kendaraan, yakni prototype dengan tiga roda dan urban yang memiliki delapan kategori perlombaan.
“Kami berharap tahun depan pun masih dilaksanakan di Universitas Jember, karena memang untuk menyiapkan butuh dana yang cukup besar. Sehingga kalau tahun depan kita memang ditugaskan lagi, sirkuitnya juga sudah siap. Kita juga berharap dua tim kita dari kategori urban elektrik dan prototype diesel juga bisa menjadi juara,” tambah Bambang.
Terkait persiapan dari tim tuan rumah KMHE 2025, Manajer Tim Titen UNEJ, Ahmad Ramadhan, membagikan sedikit cerita tentang kesiapan tim Titen mengikuti KMHE UNEJ 2025. “Untuk persiapan itu kita siapkan jauh-jauh hari. Jadi mulai awal tahun, mobil sudah kita persiapkan dan kita rancang. Mulai dari desain, elektrikal, mekanikal kita rancang dari awal, persiapannya sudah cukup jauh lah,” ujar Dhani.
Dhani menyebut bahwa Tim Titen mewakili Universitas Jember dalam kategori mobil urban elektrik. Mobil tersebut menggunakan bahan bakar listrik dengan motor baldesi sebagai penggeraknya. Ia juga menjelaskan bahwa mobil yang dirancang timnya memiliki keunikan tersendiri mulai dari desain aerodinamika hingga instrumen dan komponen yang seluruhnya hasil riset mandiri tim.
“Benar-benar riset kita semua. Jadi dari tim kita nggak pernah menyontek atau mencontoh dari tim-tim luar. Benar-benar pure dari pemikiran kita,” ujar Dhani dengan rasa bangga.
Meski menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam membagi waktu antara perkuliahan dan pengerjaan mobil, Dhani mengaku timnya terus berkomitmen menyelesaikan persiapan sebaik mungkin. Dukungan penuh dari Fakultas Teknik turut menjadi motivasi tersendiri bagi tim Titen.
“Mulai dari pendanaan hingga pendampingan pembina yang selalu hadir setiap malam saat kami bekerja, semuanya benar-benar memberikan dorongan besar bagi kami,” tutup Dhani.
Pewarta: Atiya Num’atul Salsabila & Shafa Salsabila Rayyani
penyunting: Slamet Hariyadi
Pers Tegalboto
Menuju Pencerahan Masyarakat!
