Jember, Tegalboto – Meski belum diresmikan, keberadaan Cafe Harmony di lingkungan Universitas Jember (UNEJ) mulai menuai sorotan. Sejumlah mahasiswa mempertanyakan fungsi utama fasilitas tersebut, apakah diperuntukkan bagi kebutuhan civitas academica atau justru lebih condong menjadi ruang komersialisasi kampus.
Cafe Harmony mulai dibangun pada Desember 2023 sebagai salah satu fasilitas baru yang dikelola langsung oleh universitas. Pembangunan kafe tersebut menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2024 dengan total biaya sekitar Rp 2 miliar rupiah.
Menurut Bulin, salah satu pekerja renovasi kafe, ia tidak mengetahui informasi terkait isu penyewaan fasilitas kampus kepada pihak pekerja karena baru bergabung sebagai tim renovasi dan bukan bagian dari pembangunan sebelumnya. Ia juga menambahkan bahwa target renovasi gedung kafe diperkirakan berlangsung sekitar 160 hari. Hingga Kamis (13/10), proyek telah berjalan selama 11 hari.
Bagi sebagian mahasiswa, keberadaan Cafe Harmony dianggap memiliki potensi untuk mendukung kebutuhan akademik. Hal tersebut diungkapkan oleh Ridho Alfarizi, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis. “Seandainya ada tugas akhir penelitian, kita tidak perlu jauh-jauh mencari objek penelitian, karena Cafe Harmony berada di bawah naungan kampus,” ujar Ridho.
Ridho juga berharap perubahan fungsi fasilitas kampus tersebut tidak menghilangkan hak mahasiswa untuk menikmati ruang belajar yang nyaman di lingkungan universitas. Ia menambahkan bahwa keberadaan fasilitas kampus semestinya tetap berpihak pada kebutuhan mahasiswa.
“Harapan saya sebagai mahasiswa Ekonomi tentunya dengan isu pengalihan nama dan fungsi Cafe Harmony menjadi kios franchise makanan cepat saji tidak mempersempit ruang kami untuk belajar dan mengerjakan tugas di sana. Pihak kampus harusnya juga memberikan sosialisasi yang jelas kepada mahasiswa terkait alih fungsi kafe ini.” jelas Ridho.
Ridho menegaskan bahwa Cafe Harmony semestinya tetap berfungsi sebagai ruang belajar dan pengembangan mahasiswa, bukan sekedar area komersial. Ia menilai, keterlibatan mahasiswa dalam pemanfaatan fasilitas kampus harus menjadi prioritas utama.
Ia menambahkan, melalui sosialisasi yang jelas dan transparansi dari pihak universitas, keberadaan Cafe Harmony seharusnya benar-benar memberikan manfaat nyata bagi pengembangan akademik sekaligus kenyamanan mahasiswa Universitas Jember.
Penulis: Muhammad Syahidus Zaman (anggota magang)
Reporter: Dewi Nigrum Kartika & Cahya Khoirun Nisa (anggota magang)
Penyunting: Laili Hikmiah
Pers Tegalboto
Menuju Pencerahan Masyarakat!
