Jember-Tegalboto, Akhir-akhir ini UPA Percetakan UNEJ mulai menjadi sebuah topik yang hangat dibicarakan, khususnya di kalangan para dosen yang menjadi pembimbing mahasiswa akhir dalam menyelesaikan skripsi.
Kebijakan terkait anjuran cetak skripsi di UPA Percetakan bagi mahasiswa akhir memicu beragam respons dari berbagai pihak. A, mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) angkatan 2021, mengaku tidak setuju dengan kebijakan tersebut.
Sementara itu, Amira, mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) angkatan 2021, menyatakan setuju dengan kebijakan terseut karena dinilai mempermudah mahasiswa.
Pendapat serupa juga disampaikan oleh dosen aktif FIB, Dewik Untarawati. Dalam wawancara pada 22 Oktober lalu, ia menyatakan dukungannya terhadap kebijakan ini.“Regulasi baru ini bagus karena dapat menghindari kebingungan mahasiswa akhir ketika akan mencetak skripsi,” ujarnya.
Namun, dalam wawancara tersebut Dewik juga menyoroti beberapa hal yang perlu dievaluasi pihak kampus, seperti keterlambatan surat edaran dan sosialisasi oleh pihak UPA Percetakan yang menyebabkan banyak mahasiswa akhir mencetak skripsi di luar UPA Percetakan.
Selain itu, masalah harga juga menuai pro dan kontra di kalangan mahasiswa akhir. Pasalnya, harga cetak skripsi di UPA Percetakan dinilai lebih tinggi dibanding beberapa percetakan di luar UNEJ, sehingga sebagian mahasiswa merasa perlu mempertimbangkan biaya tambahan yang harus dikeluarkan.
Dewik turut menanggapi hal tersebut. Menurutnya, perlu adanya penetapan standar harga yang jelas agar tidak memberatkan mahasiswa maupun merugikan pihak UPA Percetakan. “Iya untuk harga memang harus ada standar, win-win solution. Ramah di kantong mahasiswa dan menguntungkan bagi pihak UPA Percetakan,” ujarnya.
Dewik menuturkan, jalan yang saling menguntungkan kedua belah pihak mampu membuat mahasiswa tidak lagi ragu mencetak skripsi di UPA Percetakan karena harga yang sesuai kantong pelajar. Hal ini dapat menjadi pertimbangan bagi pihak universitas untuk mempertimbangkan kembali regulasi yang diberlakukan.
Di sisi lain, ia menambahkan, keuntungan hadirnya UPA Percetakan adalah adanya desain cover yang berbeda dengan percetakan yang lain, warna dalam cover dibedakan setiap fakultas dan juga tertera barcode yang langsung terintegrasi dengan Perpustakaan Universitas Jember. Namun, cover ini dianggap kurang tebal sehingga diragukan bertahan dalam waktu yang lama.
Dewik berharap jika UPA Percetakan akan lebih berkembang. Ia juga berpesan kepada mahasiswa untuk menghilangkan keraguan dalam mencetak skripsi di UPA Percetakan sebab barcode yang tertera dapat melindungi karya mahasiswa dari plagiarisme.
Penulis: Vini’matu Hikmah (anggota magang)
Reporter: Vini’matu Hikmah, Rismawati Puri, Mufidatul Ummah & Arya Setyawan (anggota magang)
Penyunting: Nadiyah
Pers Tegalboto
Menuju Pencerahan Masyarakat!
